header image
 

stuban pulang pisauBupati Gorontalo David Bobihoe Akib kembali menerima Tim Studi Banding Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (22/10) di Ruang Pola Kantor Bupati. Kunjungan kerja tersebut antara lain untuk mengetahui dan melakukan studi terkait penyelenggaraan  pemerintahan terutama reformasi birokrasi serta transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah khususnya penerapan sidang Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi.

[Selanjutnya...]

Catatan Pojok

YUSRAN  LAPANANDA, SH. MH
Kepala  Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah Kabupaten Gorontalo.

uang bank

Catatan saya kali ini merupakan catatan akhir dari tulisan mengenai “Bendahara Pengeluaran”, yang terakhir membahas penatausahaan atau pembukuan belanja oleh bendahara pengeluaran.

(d) Pertanggungjawaban dan penyampaiannya. Bendahara pengeluaran wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pengelolaan uang yang terdapat dalam kewenangannya. Pertanggungjawaban tersebut terdiri atas: 1) Pertanggungjawaban Penggunaan Uang Persediaan (UP). Bendahara pengeluaran melakukan pertanggungjawaban penggunaan UP setiap akan mengajukan GU. Dalam melakukan pertanggungjawaban tersebut, dokumen yang disampaikan adalah Laporan Pertanggungjawaban UP dan dilampiri dengan bukti-bukti belanja yang sah.

Langkah-langkah dalam membuat pertanggungjawaban UP adalah sebagai berikut: a) mengumpulkan bukti-bukti yang sah atas belanja yang menggunakan UP termasuk bukti-bukti yang dikumpulkan oleh bendahara pengeluaran pembantu, jika ada sebagian UP yang sebelumnya dilimpahkan kepada bendahara pengeluaran pembantu; b) berdasarkan bukti-bukti yang sah tersebut bendahara pengeluaran merekapitulasi belanja ke dalam Laporan Pertanggungjawaban UP sesuai dengan program dan kegiatannya masing-masing; c) Laporan Pertanggungjawaban UP tersebut dijadikan lampiran pengajuan SPP-GU.

[Selanjutnya...]

Catatan Pojok

YUSRAN  LAPANANDA, SH. MH
Kepala  Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah Kabupaten Gorontalo.

bendahara pengeluaran 4

Catatan saya kali ini merupakan lanjutan dari tulisan “Bendahara Pengeluaran”, yang terakhir membahas penatausahaan atau pembukuan belanja oleh bendahara pengeluaran.

Di dalam proses pembukuan belanja dapat dilakukan melalui pembukuan belanja dengan menggunakan Uang Persediaan dan LS. Dalam proses belanja menggunakan uang persediaan, terdapat kemungkinan 2 (dua) cara bagi bendahara pengeluaran dalam melakukan pembayaran. Pertama, bendahara pengeluaran melakukan pembayaran tanpa melalui panjar. Kedua, bendahara pengeluaran melakukan pembayaran melalui panjar terlebih dahulu kepada PPTK.  1) Pembukuan pembayaran belanja tanpa melalui uang panjar. Proses pembukuan dimulai ketika bendahara pengeluaran membayarkan sejumlah uang atas belanja yang telah dilakukan. Pembayaran dapat saja menggunakan uang yang ada di kas tunai maupun uang yang ada di rekening bank bendahara pengeluaran; 2) Pembukuan belanja melalui uang panjar. Pembukuan atas uang panjar merupakan proses pencatatan pemberian uang panjar ke PPTK termasuk di dalamnya pencatatan atas pertanggungjawaban yang diberikan oleh PPTK untuk uang panjar yang diterimanya. Proses pembukuan dimulai ketika Bendahara Pengeluaran memberikan uang panjar kepada PPTK untuk melaksanakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Berdasarkan Nota Pencairan Dana (NPD), memo persetujuan PA/KPA, serta bukti pengeluaran uang/bukti lainnya yang sah, Bendahara Pengeluaran mencatat pemberian uang panjar sebesar uang yang diberikan.

[Selanjutnya...]

« Older Entries